?
BIOGRAFI SINGKAT
ASY-SYAIKH 'ABDULLĀH BIN 'ABDIRRAHĪM AL-BUKHĀRI
Hafizhahullāh
Nama :
'Abdullāh bin 'Abdirrahīm bin Husain bin Mahmūd As-Sa'di kemudian Al-Bukhāri Al-Madīni.
As-Sa'di adalah nisbah kepada Bani Sa'd yang berasal dari Ath-Thā`if. Beliau dilahirkan di Madinah di desa
Bābut Tamār.
Ayahnya :
Adapun tentang ayah beliau, yaitu Asy-Syaikh 'Abdurrahīm bin Husain Al-Bukhāri v, tumbuh dalam
kondisi yatim. Telah hafal Al-Qur`an semenjak kecil. Belajar di Madrasah Al-'Ulūm Asy-Syar'iyyah. Beliau
sangat berprestasi. Di tengah aktivitasnya, beliau juga sangat aktif dan bersemangat menghadiri halaqahhalaqah
ilmu di Masjid Nabawi dan mengambil ilmu dari para 'ulama pada waktu itu. Kemudian beliau
pindah ke kota Riyādh, bekerja sebagai staff Al-Malik (Raja) 'Abdul 'Aziz v. Setelah itu beliau bekerja
pada bidang lain, dan pada awal tahun 1374 H bergabung pada Hai`āt Al-Amri bil Ma'rūf. Pimpinan
umumnya waktu itu adalah Asy-Syaikh Al-'Allāmah 'Umar bin Hasan ālu Asy-Syaikh. Asy-Syaikh
'Abdurrahīm Al-Bukhāri mendapat ijazah dan rekomendasi yang ditandatangani oleh Asy-Syaikh 'Umar bin
Hasan ālu Asy-Syaikh atas kebaikan prilaku dan tugas beliau. Ijazah tersebut bernomor 2396/Kh/M
tertanggal 25/9/1377 H.
Kemudian Asy-Syaikh 'Abdurrahīm pindah ke Madinah, bertugas di Al-Mahkamah Asy-Syar'iyyah Al-Kubrā
pada tanggal 13 2 1380 H. Pimpinan mahkamah pada waktu itu adalah Asy-Syaikh Al-'Allāmah 'Abdul
'Azīz bin Shālih v, beliau sekaligus imam dan khathib Masjid Nabawi. Asy-Syaikh 'Abdurrahīm juga
mendapat ijazah dari pimpinan mahkamah tertanggal 21/9/1392 H. ditegaskan dalam ijazah tersebut :
"Selama bertugas menjadi teladan dalam kesungguhan dan semangat kerja. Senantiasa menjalankan
tugas dengan sangat baik."
Kemudian pada tanggal 1 4- 1388 H, beliau pindah ke Universitas Islam Madinah, dengan Asy-Syaikh
'Abdul 'Azīz bin Bāz v sebagai rektornya. Beliau juga mendapat ijazah dari Asy-Syaikh Al-Imām 'Abdul
'Azīz bin Bāz, bahwa "Bersifat dengan prilaku dan akhlaq yang baik, dan sangat bersungguh-sungguh
dalam menjalankan tugas." Ijazah tersebut bernomor 338 tertanggal 27/31392 H. Beliau terus bertugas di
Universitas Islam Madinah sampai pensiun pada 1 7 1407 H.
Asy-Syaikh 'Abdurrahīm Al-Bukhāri adalah seorang yang sangat rajin beribadah, bersemangat dalam ilmu,
sangat mencintai dan menghormati para 'ulama, konsisten berpegang kepada sunnah, dan sangat
menentang bid'ah dan para pengusungnya. Beliau juga menjaling hubungan sangat baik dan erat dengan
sejumlah 'ulama besar Ahlus Sunnah, di antaranya Samāhatul Imām Al-'Allāmah Al-Mufassir Muhammad
Al-Amīn Asy-Syinqhīthi (penulis tafsir Adhwā`ul Bayān ) v, Samāhatul Imām Syaikhul Islām 'Abdul 'Azīz
bin 'Abdillāh bin Bāz v, beliau juga sering berhubungan dengan Asy-Syaikh Al-'Allāmah Al-Faqīh
'Abdurrahmān As-Sa'di bahkan Asy-Syaikh Sa'di menghadiahkan kepada beliau sejumlah kitab yang
padanya ada tulisan tangan beliau. Kitab-kitab tersebut masih tersimpan- , di antaranya juga : Al-'Allāmah
Al-Muhaddits Hammād Al-Anshāri, Al-'Allāmah Al-Muhaddits 'Abdul Muhsin Al-'Abbād, Al-'Allāmah Al-
Mujāhid Muhammad Amān Al-Jāmi, Al-'Allāmah Rabī' bin Hādi Al-Madkhali, Al-'Allāmah 'Umar bin
Muhammad Fallātah, dan masih banyak lagi.
Asy-Syaikh 'Abdurrahīm Al-Bukhāri wafat pada 23 Dzulhijjah 1422 H, di dekat salah satu pintu masuk
Masjid Nabawi, menjelang maghrib, dan ketika itu beliau sedang bershaum. Meninggalkan 13 anak.
?
Menuntut Ilmu
Asy-Syaikh 'Abdullāh bin 'Abdirrahīm hafizhahullāh tumbuh di bawah asuhan dan bimbingan kedua orang
tuanya yang sangat antusias dan memiliki perhatian yang sangat besar terhadap ilmu, serta upaya
mendidik anak-anak dengan pendidikan yang selamat dan lurus.
Beliau mulai menghafal Al-Qur`an semejak tahun-tahun pertama ketika beliau duduk di madrasah
ibtida`iyyah di Masjid Al-Imām Al-Bukhāri ( ayah beliau sebagai penanggung jawab di masjid tersebut ).
Beliau dikarunai kecintaan terhadap ilmu hadits sejak kecil. Karena itu beliau sangat bersemangat untuk
mengumpulkan dan membaca kitab-kitab tentang ilmu hadits, bertanya tentang perkara yang sulit, dan
menghafalnya.
Beliau juga sangat bersemangat untuk mempelajari kitab-kitab aqidah, karena beliau melihat kebutuhan
umat yang sangat besar terhadapnya. Itu semua beliau lakukan dengan cara senantiasa rutin dan
bermulāzamah di Masjid Nabawi.
G
uru-gurunya antara lain :
Dalam bidang Al-Qur`an dan Tajwid
1. Asy-Syaikh Muhammad Ramadhān Ad-Dahlawi v
2. Asy-Syaikh Al-Mudaqqiq Sayyid Lāsyīn Abul Faraj hafizhahullāh, banyak menimba ilmu dari beliau,
terutama dalam penarapan tilawah dan praktek langsung dalam bidang tajwid.
3. Asy-Syaikh Ahmad 'Abdul Karīm v.
4. Asy-Syaikh Muhammad Al-Marisi v (juru tulis di Universitas Islam Madinah dan imam di Masjid Al-
Imām Al-Bukhāri) Banyak mengambil ilmu tajwid dari beliau. Juga belajar secara khusus risalah
yang berjudul Al-Burhān fī Tajwīdil Qur`an, karya Ash-Shādiq Qamhari. Juga belajar ilmu khath,
baik teori maupun praktek. Demikian juga belajar ilmu nahwu dengan mempelajari kitab AlĀjurrūmiyyah.
5. Asy-Syaikh Mu'ammar Bakri bin 'Abdil Majīd Ath-Tharābīsyi. Mendapat ijazah dari beliau dalam
bidang Al-Qur`an. Juga mendapat ijazah umum atas semua riwayat beliau yang didapat dari
gurunya Asy-Syaikh Muhammad bin Salīm Al-Hulwāni.
6. Asy-Syaikh Ahmad Al-Qādhi hafizhahullāh. Secara khusus mengambil ilmu dalam bidang tajwid,
dan mempelajari kitab Haqqut Tilāwah karya Husni Syaikh 'Utsmān.
Dalam berbagai disiplin ilmu lainnya :
1. Al-'Allāmah An-Nāshih Ash-Shādiq Ar-Rabbāni Asy-Syaikh Muhammad Amān bin 'Ali Al-
Jāmi v. Bermulāzamah kepada beliau selama 10 tahun. Mendapatkan ijazah dari beliau atas
berbagai kitab yang dipelajari dari beliau dalam berbagai disiplin ilmu, sebagaimana tertulis dalam
ijazah yang sangat menjadi kebanggaan Asy-Syaikh Al-Bukhāri. Kitab-kitab yang dipelajari dari
beliau, antara lain :
- Al-Ushūluts Tsalātsah karya Syaikhul Islām Muhammad bin 'Abdil Wahhāb
- Al-Qawā'idul Arba' karya Syaikhul Islām Muhammad bin 'Abdil Wahhāb
- Kitābut Tauhid karya Syaikhul Islām Muhammad bin 'Abdil Wahhāb
- Fathul Majīd karya Asy-Syaikh 'Abdurrahmān bin Hasan, cucu Syaikhul Islam Muhammad
bin 'Abdil Wahhāb.
- Qurratu 'Uyūnil Muhawwidīn karya Asy-Syaikh 'Abdurrahmān bin Hasan, cucu Syaikhul
Islam Muhammad bin 'Abdil Wahhāb.
- Tajrīdut Tauhid karya Al-Maqrīzi
- Al-'Aqidah Al-Wāsithiyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.
- Al-Hamawiyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.
- At-Tadmūriyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.
- Syarh Al-'Aqīdah Ath-Thahāwiyyah, karya Ibnu Abil 'Izz Al-Hanafi.
- Al-Qawā'idul Mutslā, karya Asy-Syaikh Al-'Utsaimīn.
- Qathrun Nadā,
- Al-ājurrūmiyyah,
- Nailul Authār (beberapa bab), karya Asy-Syaukāni.
- Zādul Ma'ād, karya Ibnul Qayyim.
- Kitābush Shiyām dari kitab Shahīhul Bukhāri.
- 'Umdatul Ahkām, karya Abdul Ghanī Al-Maqdisi.
- dan masih banyak lagi
?
mayoritasnya di Masjid Nabawi, sebagian lagi di masjid dekat rumah Asy-Syaikh Al-Jāmi,
sebagiannya lagi di Masjid Ash-Shāni' di desa Al-Mashāni'
2. Asy-Syaikh Al-'Allāmah Al-Fādhil 'Abdul Muhsin bin Hamd Al-'Abbād hafizhahullāh.
Bermulazamāh kepada beliau selama 16 tahun. Kitab-kitab yang dipelajari dari beliau antara lain :
- Jilid terakhir kitab Shahīh Muslim
- Shahīh Al-Bukhāri
- Sunan An-Nasā`i
- Sunan Abī Dāwūd
- Sebagian besar Jāmi' At-Tirmidzi
- Al-Lu`lu` wal Marjān (belum sampai tamat)
- 'Aqidah Ibni Abī Zaid Al-Qairāwani
Asy-Syaikh Al-Bukhāri bercerita, "Pada musim haji tahun 1420 H saya membaca di hadapan beliau
satu juz Kitābul Hajj dari kitab Syarhus Sunnah karya Al-Imām Al-Baghawi v. Kemudian pada
musim haji tahun 1421 H saya membaca di hadapan beliau kitab Fatwā Arkānil Islām karya Asy-
Syaikh Al-Utsaimīn.
."
3. Asy-Syaikh Al-'Allāmah Al-Muhaddits Al-Mu`arrikh 'Umar bin Muhammad Fallātah v .
Menghadiri pelajaran syarh terhadap kitab Shahīh Muslim, Al-Muwattha`, dan syarh tentang sirah
nabawiyyah.
4. Al-'Allāmah Al-Faqīh Asy-Syaikh 'Athiyyah bin Muhammad Sālim v.
Menghadiri pelajaran syarh terhadap kitab Mudzakkirah Asy-Syinqithi fī Ushūlil Fiqh, dan sebagian
pelajaran kitab Ar-Rahbiyyah, yang membahas tentang ilmu fara`idh, dan pelajaran kitab Syarh Al-
Waraqāt. Semua pelajaran tersebut di Masjid Nabawi.
5. Asy-Syaikh Al-'Allāmah An-Nāshih 'Ali bin Muhammad bin Sinān v. Mempelajari kitab
Alfiyyah Ibni Mālik, Irsyādhul Fuhūl karya Asy-Syaukāni, dan Ar-Raudh Al-Murabbā' fiqh hanbali.
6. Al-'Allāmah Al-Muhaddits Al-Mujāhid An-Nāqid Asy-Syaikh Rabī' bin Hādi Al-Madkhali
hafizhāhullāh. Belajar kepada beliau di masjid dekat rumah beliau ketika itu, yaitu di kampung Al-
Azhari, beberapa pelajaran antara lain pelajaran Muqaddimah Shahīh Muslim, At-Taqyīd wal īdhah
karya Al-Hāfizh Al-'Irāqi, I'lāmul Muwaqqi'īn karya Ibnul Qayyim, dan Ikhtishār 'Ulūmil Hadīts karya
Ibnu Katsīr.
7. Al-'Allāmah Al-Mu`arrikh Al-Lughawi An-Nassābah Shafiyyurrahmān Al-Mubārakfūri v.
Duduk bersama beliau selama kurang lebih dua tahun. Membaca di hadapan beliau beberapa
bagian yang mencukupi dari Al-Kutubus Sittah sebagaimana tertulis dalam ijazah- dan
mendapatkan ijazah Al-Kutubus Sittah dari beliau (yaitu kitab : Shahīh Al-Bukhāri, Shahīh Muslim,
Sunan Abī Dāwūd, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasā`i, Sunan Ibni Mājah), dan juga ijazah atas
semua riwayat beliau yang bersambung dengan kitab Al-Hāfizh Asy-Syaukāni Ithāful Al-Akābir bi
Isnādid Dafātir. Juga membaca di hadapan beliau sebagian besar kitab Jāmi' At-Tirmidzi, dan
beberapa kitab dalam bidang lughah, terkhusu Nahwu dan Sharaf, dan kitab-kitab yang tersebar di
negeri India, di antara kitab Syarh Mi`ah 'āmil. Juga membaca di hadapan beliau beberapa kitab
aqidah, seperti Ushūlus Sunnah karya Al-Imām Ahmad bin Hanbal, dll. Pelajaran-pelajaran tersebut
mayoritas di Masjid Nabawi dalam majelis khusus.
8. Al-'Allāmah Al-Muhaddits Al-Faqīh Asy-Syaikh Ahmad bin Yahyā An-Najmi v. Menghadiri
majelis pembacaan kitab Sunnan Abī Dāwūd di rumah kediaman Asy-Syaikh Muhammad bin Hādi
Al-Madkhali. Kemudian beliau (Asy-Syaikh An-Najmi) memberikan ijazah umum atas semua
riwayatnya, dengan nama Inālatuth Thālibīn bi Asādīd Kutubil Muhadditsīn.
9. Al-'Allāmah An-Nabīh Asy-Syaikh 'Alī bin Nāshir Al-Faqīhi hafizhahullāh. Membaca di hadapan
beliau sejumlah besar kitab aqidah, antara lain kitab Sharīhus Sunnah karya Ibnu Jarīr Ath-Thabari,
kitab Sulālatur Risālah fī Dzammir Rawāfidh min Ahlidh Dhalāl karya Mulā 'Ali Al-Qāri, pada musim
haji tahun 1421 H.
10. Asy-Syaikh Al-Jalīl 'Ubaid bin 'Abdillāh Al-Jābiri hafizhahullāh. Membaca di hadapan beliau
kitab Mudzakkirah Asy-Syinqīthi fī Ushūlil Fiqh, As-Sailil Jarrāh (jilid I) karya Al-'Allāmah Asy-
Syaukāni v.
?
11. Asy-Syaikh Al-Lughawi Al-Bāri' 'Abdurrahmān bin 'Auf Al-Kūni. Mempelajari kitab Malhatul
I'rab karya Al-'Allāmah Al-Harīri, dan juga mengikuti majelis pelajaran nahwu lainnya.
Para masyāikh lainnya yang mengajar beliau di Fakultas Hadits di Universitas Islam Madinah juga
termasuk guru-guru beliau.
Hubungan dengan Asy-Syaikh Al-'Allāmah 'Abdul 'Azīz bin Bāz v dan
Asy-Syaikh Al-'Allāmah Muhammad bin Shālih Al-'Utsaimīn v
Beliau berdua adalah 'ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama'ah masa ini. Tokoh besar salafiyyun masa
ini yang sangat terhormat dan disegani. Ketokohan dan kapasitas keilmuan dan keshalihan beliau
berdua diakui secara international, baik oleh kawan maupun lawan.
Beliau berdua merupakan guru besar Asy-Syaikh 'Abdullāh Al-Bukhāri.
Asy-Syaikh Al-Imām 'Abdul 'Azīz bin Bāz v
Menghadiri majelis beliau di masjid di daerah Ath-Tha`if, pada musim panas tahun 1408 H, membahas
kitab Bulūghul Marām karya Al-Hāfizh Ibnu Hajar. Kemudian hadir pula di majelis pembacaan kitab
Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jāmi'it Tirmidzi di kediaman beliau di Ath-Tha`if. Sering hadir dalam majelismajelis
beliau dan menyampaikan berbagai pertanyaan kepada beliau.
Asy-Syaikh Al-Bukhāri menuturkan : "Aku ingat, suatu waktu ketika aku bertanya kepada beliau tentang
belajar di Universitas Islam Madinah. Maka beliau memberikan motivasi dan dorongan kepadaku.
Kemudian aku tanya lagi tentang Fakultas Hadits, maka beliau pun makin memberikan motivasi
kepadaku."
Asy-Syaikh Al-Faqīh Muhammad bin Shālih Al-'Utsaimīn v.
Menghadiri pelajaran-pelajaran beliau di Masjidil Haram pada sepuluh terakhir Ramadhān tahun 1407
H, ketika itu beliau mensyarh Hadits Jibril yang sangat panjang. Menghadiri pelajaran beliau di 'Unaizah
pada musim panas tahun 1408 H dan 1409 H. Demikian juga senantiasa hadir dalam pelajaran beliau
di Masjid Nabawi.
Hubungan dengan Asy-Syaikh Al-'Allāmah Al-Muhaddits An-Nāqid
Muhammad Nāshiruddīn Al-Albāni v.
Ketika beliau v berziarah ke Madinah pada tahun 1408 H, maka kesempatan tersebut tidak disiasiakan
oleh Asy-Syaikh Al-Bukhāri untuk senantiasa menghadiri seluruh majelis-majelis beliau. Majelismajelis
umum dan sebagian dari majelis khusus.
Asy-Syaikh Al-Bukhāri menuturkan kenangan manisnya bersama Asy-Syaikh Al-Albāni : "Aku merasa
mulia ketika aku berkesempatan untuk menyendiri bersama beliau. Ketika itu beliau sedang berada di
luar masjid hendak menuju tempat tinggalnya. Maka aku menyampaikan pertanyaan-pertanyaan
kepada beliau, sambil beliau memegang tanganku dan menyilangkan jari-jari tangan kanan beliau
dengan jari-jari tangan kiriku. Kemudian beliau menanyaiku, bahwa siapa namaku dan belajarku."
Karir Ilmiah
1. Lulus dari Fakultas Hadits Al-Jāmi'ah Al-Islāmiyyah (Universitas Islam) Madinah pada tahun ajaran
1410 1411 H dengan peringkat : sangat baik.
2. Guru/Pengajar Ad-Dirāsāt Al-Islāmiyyah (Studi Ilmu Islam) di madrasah Ibtida`iyyah dan
Tsanawiyyah selama 6 tahun, di bawah Departemen Pendidikan dan Pengajaran.
3. Tahun 1417 H melanjutkan jenjang Magister (S2) di Universitas Ummul Qurā Makkah Al-
Mukarramah, Fakultas Da'wah dan Ushūlud Dīn Jurusan Al-Kitāb was Sunnah. Lulus dengan
predikat cumlaod.
?
4. Menulis tesis magister dengan judul Marwiyyāt Abī 'Ubaidah bin 'Abdillāh bin Mas'ūd 'an Abīhi
Jam'an wa Dirāsatan. Diuji pada 21 8 1420 H, dan berhasil meraih cumload dengan anjuran
untuk mencetak tesis tersebut.
5. Tahun 1418 H pindah dari Departemen Pendidikan dan Pengajaran ke Universitas Islam Madinah,
kembali ke Fakultas Hadits jurusan Fiqhus Sunnah wa Mashādiruhā.
6. Berhasil meraih gelar doktor pada tahun 1426 H dengan tesis tahqīq (penelitian) atas kitab
Takmilatu Syarh At-Tirmidzi karya Al-Hāfizh Al-'Irāqi, mulai awal kitab ar-radhā' sampai pada
penghujung kitab Idzā Aflasa lirrajuli Gharīm. Dengan prestasi cumlaod pada level utama.
7. Sekarang sebagai Ustādz Musā'id pada Fakultas Hadits jurusan Fiqhus Sunnah wa Mashādiruhā.
Karya-karya Tulis :
Tidak diragukan, bahwa ikut berperan aktif dalam mengumpulkan ilmu dan menyebarkannya
merupakan perkara yang sangat penting dan mulia. Allah telah memberikan nikmat dan taufiqnya
kepada Asy-Syaikh Al-Bukhāri untuk juga memiliki andil yang besar pada sisi ini. Beliau memiliki
banyak karya tulis ilmiah yang beliau tekuni sejak lama. Tidak lain adalah dalam rangka ikut berperan
aktif menyebarkan ilmu yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas manhaj salaf.
Di antara karya tulis beliau :
1. Marwiyyāt Abī 'Ubaidah bin 'Abdillāh bin Mas'ūd 'an Abīhi Jam'an wa Dirāsatan (karya tulis),
dicetak oleh penerbit Dār Adhwā'is Salaf Al-Mishiryyah.
2. Takmilatu Syarh At-Tirmidzi karya Al-Hāfizh Al-'Irāqi (tahqīq). Belum dicetak.
3. Manārus Sabīl bi Takhrīji Juz`i Ibni Dīzīl (tahqīq) dicetak oleh penerbit Al-Ghurabā` Madinah
pada tahun 1413 H. dicetak ulang lagi pada tahun ini 1429 H oleh penerbit Dār Al-Imām Ahmad
Mesir.
4. Ithāful Nubalā` bi Adillati Tahrīm Ityānil Mahal Al-Makrūh minan Nisā` (karya tulis) dicetak
pada tahun 1414 H, oleh penerbit Dārul Ghurabā` Madinah, dicetak ulang pada tahun 1428 H oleh
penerbit Dārul Minhāj, Mesir.
5. Riyādhul Jannah bi Takhrīji Ushūlis Sunnah libni Abī Zamanin (tahqīq dan takhrīj) dicetak
tahun 1414 H oleh penerbit Dārul Ghurabā`, dicetak ulang oleh Dār Adhwā`is Salaf, Mesir pada
tahun ini 1429 H.
6. Tuhfatul Ikhwān bi Takhrīji Majlisi min Amāli Ibni Bisyrān (takhrīj dan tahqīq) masih tulisan
tangan belum dicetak.
7. At-Tanbīh wal Irsyād litajāwuzāt Mahmūd Al-Haddād (karya tulis), fotocopy, publikasi tahun
1414 H.
8. Al-Fathul Rabbāni fir Radd 'alā Abil Hasan As-Sulaimāni (karya tulis) dicetak tahun 1424 H oleh
penerbit Dārul ātsār, Yaman, dan dicetak pula pada tahun 1425 H oleh penerbit Dār Mājid 'Asīrī,
Jeddah Saudi.
9. At-Taudhīhul Abhar li Tadzkirati Ibnil Mulaqqin fī 'Ilmil Atsar karya Al-Hāfizh As-Sakhāwi
(tahqīq) dicetak oleh Dār Adhwā`is Salaf, Riyadh Saudi tahun 1418 H, dan tahun ini dicetak lagi
oleh penerbit Dār Al-Imām Ahmad, Mesir.
10. Al-Maqālat Asy-Syar'iyyah/kumpulan pertama, (karya tulis), dengan pengantar dari Al-'Allāmah
Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi v dan Al-'Allāmah Asy-Syaikh Zaid Al-Madkhali hafizhahullāh,
dicetak oleh Dārul Madīnah Al-'Amaliyyah, Imarat pada tahun 1428 H, dan dicetak pula oleh Dār
Adhwā`is Salaf, Mesir pada tahun yang sama.
11. Al-Maqālat Asy-Syar'iyyah/kumpulan kedua (karya tulis), dicetak oleh Dār Adhwā`is Salaf, Mesir
pada tahun 1429 H.
12. Al-Ajwibah Al-Madaniyyah 'an Al-As`ilatil Haditsiyyah (karya tulis) dicetak pada tahun 1429 H
oleh penerbit Dārul Istiqamah, Mesir.
13. Mushthalahātul Muhadditsīn fī Kitābatil Hadīts wa Dhabthihi wa Ishlāhihi (pembasan ilmiah)
telah diuji oleh Universitas Al-Imām Muhammad bin Su'ūd. Diangkat oleh universitas dan akan
ditampilkan dalam beberapa edisi majalah universitas. Semoga Allah memudahkan penerbitannya.
14. Su`ālāt Al-Imām Abī Zur'ah Ad-Dimasyqi li Al-Imām Ahmad bin Hanbal fi Kitābihi (at-Tārīkh),
Jam'an wa Dirāsatan (karya tulis), pembahasan ilmiah telah diuji oleh Lembaga Riset Ilmiah
Universitas Islam Madinah. Kemudian akan dicetak oleh Dārul Istiqāmah, Mesir. Semoga Allah
memudahkan penerbitannya.
15. Tamāmul Minnah bi Syarh Ushūlis Sunnah li Al-Imām Al-Humaidi (transkrip atas pelajaran)
(karya tulis), dicetak oleh Dārul Istiqāmah, Mesir tahun 1429 H.
?
16. At-Ta'liqāt Ar-Radhiyyah 'alā Al-Manzhūmah Al-Baiqūniyyah (karya tulis), akan dicetak oleh
Dārul Istiqāmah, Mesir. Semoga Allah memudahkan penerbitannya.
17. Kemudian Dārul Istiqāmah juga meminta naskah transkrip atas transkrip 2 kaset syarh kitab Al-
Mūqizhah karya Adz-Dzahabi. Semoga Allah memudahkan penerbitannya.
18. At-Ta'liqāt Ar-Radhiyyah 'alā Al-'Aqīdah Al-Wāsithiyyah karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.
Syarh yang telah ditranskrip, tahun 1424 H. Naskahnya diminta oleh Dārul Falāh untuk dicetak.
Saat ini masih dalam proses murāja'ah.
Dan masih banyak lagi selain yang tersebut di atas. Semoga Allah membantu dan memudahkan.
Kitab-kitab yang diajarkan :
Kitab-kitab yang diajarkan oleh Asy-Syaikh Al-Bukhāri hafizahullāh dalam berbagai pelajaran beliau,
antara lain :
1. Haqqut Tilāwah, dalam bidang ilmu tajwid. Karya Husni Syaikh 'Utsmān.
2. Al-Burhān fi Tajwīdil Qur`an , karya Ash-Shādiq Al-Qamhāwi.
3. Al-Ushūlts Tsalātsah.
4. Al-Qawā'idul Arba'ah.
5. Kitābut Tauhīd (ketiga kitab ini karya Al-Imām Muhammad bin 'Abdil Wahhāb v).
6. Fathul Majīd Syarh Kitābit Tauhīd.
7. Sullamul Wushūl, karya Al-'Allāmah Hāfizh Hakami.
8. Ushūlus Sunnah, karya Al-Humaidi.
9. As-Sunnah, karya Al-Muzani.
10. Sharīhus Sunnah, karya Ibnu Jarīr Ath-Thabari.
11. As-Sunnah, karya 'Abdullah bin Al-Imām Ahmad.
12. Al-Imān, karya Abū 'Ubaid Al-Qāsim bin Sallām.
13. Kitābut Tauhīd dari kitab Shahīh Al-Bukhāri.
14. Kitābul Imān dari kitab Shahīh Al-Bukhāri.
15. Al-Wāsithiyyah, karya Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.
16. Kitābur Riqāq dari kitab Shahīh Al-Bukhāri.
17. Al-Manzhūmah Al-Baiqūniyyah.
18. Ikhtishār 'Ulūmil Hadīts, karya Ibnu Katsīr.
19. At-Taudhīhul Abhar li Tadzkirati Ibnil Mulaqqin fī 'Ilmil Atsar karya Al-Hāfizh As-Sakhāwi.
20. Al-Mūqizhah karya Adz-Dzahabi.
21. Al-Muqni' fī 'Ulūmil Hadīts karya Ibnul Mulaqqin.
22. Irsyād Thullābil Haqā`iq, karya Al-Hāfizh An-Nawawi.
23. Muqaddimah Shahīh Muslim bin Al-Hajjāj.
24. Nukhbatul Fikar fī Mushthalahi Ahlil Atsar, karya Al-Hāfizh Ibni Hajar.
25. Mukhtashar Shahīhil Bukhāri, karya Az-Zubaidi.
26. Al-Adabul Mufrad karya Al-Imām Al-Bukhāri.
27. 'Umdatul Ahkām Al-Kubrā karya Al-Hāfizh Al-Maqdisi.
28. 'Umdatul Ahkām Ash-Sughrā karya Al-Hāfizh Al-Maqdisi.
29. Bulūghul Marām min Adillatil Ahkām karya Al-Hāfizh Ibnu Hajr.
30. Al-Anjam Az-Zāhirāt 'ala Hill Alfāzhil Waraqāt, karya Al-Māridīni Asy-Syāfi'i.
31. Al-Arba'īn An-Nawawiyyah.
32. Minhājus Sālikīn, karya Al-'Allāmah As-Sa'di.
33. Bahjatul Qulūbil Abrār, karya Al-'Allāmah As-Sa'di.
34. Al-Muharrar fīl Hadīts, karya Al-Hāfizh Ibnu 'Abdil Hādi.
35. Ar-Risālah At-Tabūkiyyah, karya Al-Imām Ibnul Qayyim.
36. Al-Wābilush Shayyib min Al-Kallimith Thayyib, karya Al-Imām Ibnul Qayyim.
37. Ad-Durūsul Muhimmah li 'āmmatil Ummah, karya Al-'Allāmah 'Abdul 'Aziz bin Baz.
38. Dhawābithul Jarh wat Ta'dīl, karya 'Abdul 'Azīz 'Abdul Lathīf.
39. Ar-Raf'u wat Takmīl fil Jarh wat Ta'dīl, karya Al-Kanawi Al-Hindi.
40. Thuruq Takhruju Hadīts Rasūlillāh .
41. Al-Jāmi' li Akhlāqir Rāwi wa ādābis Sāmi', karya Al-Hāfizh Al-Khathīb Al-Baghdādi.
42. Al-Ājurrūmiyyah.
Dan masih banyak lagi lainnya.
?
Para 'Ulama Senior yang memberikan Ijazah
Para 'ulama kibār (senior) Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang memberikan ijazah kepada Asy-Syaikh
'Abdullāh Al-Bukhāri, antara lain :
1. Asy-Syaikh Bakri Ath-Tharābīsyi.
2. Al-'Allāmah An-Nāshih Ash-Shādiq Ar-Rabbāni Asy-Syaikh Muhammad Amān bin 'Ali Al-
Jāmi v.
3. Al-'Allāmah Al-Mu`arrikh Al-Lughawi An-Nassābah Shafiyyurrahmān Al-Mubārakfūri v.
4. Al-'Allāmah Al-Muhaddits Al-Faqīh Asy-Syaikh Ahmad bin Yahyā An-Najmi v.
5. Asy-Syaikh Al-'Allāmah Al-Muhaddits Abū Muhammad Badī'uddīn Asy-Syahur Rasyīd As-
Sindi Asy-Syarīf v. Ijazah "Munjidul Mustajīz li Riwāyatis Sunnah wal Kitābil 'Azīz" tertanggal 15
Rajab 1416 H.
Dan masih banyak lagi. Ada pula para 'ulama yang mengirimkan ijazah kepada beliau, tanpa beliau minta.
Pujian dan Tazkiyyah Al-'Allāmah Al-Muhaddits Al-Mujāhid Al-Wālid Asy-
Syaikh Rabī' bin Hādi Al-Madkhali hafizhahullāh
Asy-Syaikh Rabī' ditanya : "Bagaimana pendapat engkau menghadiri pelajaran-pelajaran yang
disampaikan oleh Asy-Syaikh 'Abdullāh Al-Bukhāri?"
Beliau hafizhahullāh menjawab : "Saya menasehatkan kepada kaum muda di Madinah untuk menghadiri
pelajaran-pelajaran yang disampaikan oleh Al-Akh 'Abdullāh Al-Bukhāri, karena sesungguhnya dia adalah
termasuk orang-orang terbaik di kalangan Ahlus Sunnah, dan termasuk orang-orang yang senantiasa
membelanya dalam setiap kesempatan sepengetahuanku. Dia rajin menulis, beraktivitas, dan bergerak
dalam rangka membela sunnah dan ahlus sunnah lebih banyak daripada mayoritas orang-orang yang
memeranginya dari kalangan ahlul ahwā` (pengikut hawa nafsu), baik dulu maupun sekarang. Jadi dia
(Asy-Syaikh 'Abdullāh Al-Bukhāri) adalah di antara orang-orang terbaik di kalangan ahlus sunnah,
Insyā`allāh. Kita memohon kepada Allah agar mengokohkan kita dan dia di atas sunnah dan menjadi kita
semua bermanfaat. Tidaklah aku tahu tentangnya, kecuali dia adalah salafy yang baik. Kita semua sering
berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang sering berbuat salah adalah orang yang senantiasa bertaubat.
Maka saya wasiatkan dengan pria ini (Asy-Syaikh 'Abdullāh), karena dia di antara lulusan terbaik Al-
Jāmi'ah Al-Islāmiyyah (Universitas Islam Madinah), menyandang gelar magister, dan sekarang sedang
menempuh doktoral. Dia orang yang sangat cerdas, pemuda yang sangat cerdas. Saya mengenalnya
berada di atas manhaj salafi, insyā`allāh. Maka hadirlah kalian (pada pelajaran-pelajaran)nya, dan ambillah
faedah darinya."
[Tazkiyyah ini beliau sampaikan pada hari Jum'at 14 Jumādal Ulā 1425 H, dalam tanya jawab pada
pelajaran Kitābusy Syarī'ah karya Al-Imām Al-ājurri (Bab : Beriman kepada Telaga yang diberikan kepada
Nabi ), tepatnya pada menit 42 : 35]
?
Pujian dan Tazkiyyah dari Al-'Allāmah An-Nāshih Ash-Shādiq Ar-Rabbāni
Asy-Syaikh Muhammad Amān Al-Jāmi v .